Di negara
indonesia mungkin minuman ini masih dianggap kurang memasyarakat, tetapi
akan sangat berbeda jika di luar negeri , di dunia barat sana bir sudah
sangat biasa. Dalam informasi kali ini akan kami berikan informasi
mengenai beberapa fakta ilmiah dari minuman ini. Anda penasaran? untuk
selengkapnya, silahkan anda simak informasi berikut ini dari
SituSaja
Ada kesalahpahaman dalam masyarakat mengenai dampak miras jenis bir ini
bagi kesehatan. Mari biarkan fakta ilmiah yang berbicara
1. Bir
adalah minuman dengan kadar alkohol sedang. Tidak terlalu tinggi, tidak
juga terlalu rendah. Mari kita tinjau apa saja yang telah kita ketahui
mengenai minuman ini secara ilmiah.
2. Bir kaya dengan silikon dan
dapat mencegah osteoporosis. Hal ini karena silikon adalah unsur kunci
dalam peningkatan kepadatan mineral tulang.
3. Bir dapat membahayakan
kesehatan bila dikonsumsi oleh remaja
4. Minum bir terlalu banyak
bagi wanita dapat meningkatkan resiko kanker payudara
5. Minum bir
sebelum belajar di waktu malam tidak mempengaruhi hasil ujian besok
hari. Artinya kecerdasan kamu tidak dipengaruhi oleh bir
6. Di dalam
bir terdapat senyawa anti kanker bernama Xanthohumol dan beberapa anti
kanker lainnya. Mereka mampu menghambat keluarga enzim pemicu kanker
yang bernama sitokrom P450 dan juga memicu aktivitas reduktase kuinon,
yang membantu tubuh menetralkan kanker.
7. Remaja yang berani mencoba
meminum bir lebih cenderung bermasalah di sekolah, kecanduan alkohol,
merokok dan menggunakan narkotika, ketimbang orang dewasa biasa
8.
Remaja yang meminum bir dan juga merokok lebih sering mengalami sakit
kepala. Kegiatan fisik dapat menghilangkan masalah ini.
9. Usia
meminum bir pertama yang ideal adalah 21 tahun.
10. Terlalu banyak
minum bir meningkatkan kemungkinan mengalami kecelakaan fatal saat
menyetir
11. Sedikit sekali bukti yang menunjukkan kalau ibu hamil
yang meminum bir dapat menyakiti janinnya. Tapi hal itu memang berbahaya
untuk kandungan alkohol yang lebih tinggi dari bir. Batasnya adalah
sekitar lima teguk atau setara dengan 60 gram alkohol. Selain itu, janin
bisa mengalami kelainan bila bir diminum pada 13 minggu pertama
kehamilan, tanpa melihat dosis ini.
12. Merokok lebih besar
kemungkinannya mendapatkan kanker kepala dan leher, ketimbang meminum
bir
13. Dari tahun 1993-2002, sekitar 2500 pemuda berusia 15-24 tahun
tewas karena penyakit dan cedera akibat alkohol, sementara 100 ribu
lainnya masuk rumah sakit di Australia.
14. Minum bir dalam jumlah
sedang dapat membuat tulang lebih terlindungi
15. Minum bir dalam
jumlah sedang juga tidak mengganggu produksi vitamin D pada wanita
16.
Minum bir dalam jumlah sedang juga baik untuk penyembuhan penyakit
jantung
17. Resiko stroke meningkat sementara selama satu jam setelah
meminum bir
»» Baca Selengkapnya...